Mei tersedu-sedu . kali ini pipinya
dibanjiri dengan air dari kedua bola matanya ,,
Dengan malam ituu juga mei mendapati gadget
nya dengan notif ..
Biru “ lupakan aku !!”
Mei menepuk-nepuk dadanya yang tepat
diposisi hati .… berharap hanya mimpi buruk ..
dan mencoba tidur..
..kedua mata mei perlahan terbuka dan tepat
kearah depan . jam dinding yang menggantung.. dan didapati jam 10 pagi .. mei
beranjak duduk dan perlahan membuka tirai jendela , tak dijumpainya matahari .. mei berbaring
kembali dengan pandangan keatas melihat lihat origami kertas yang berdansa
terhembus angin dengan itu pikiranya kembali kebiru .. tanpa disadari air mata
mei mengalir. Dibalikkan badannya mengahap jendela untuk mengalih pikiran dan
dibukanya kembali tirai (jendela yang bedekatan dengan ranjang) diliatnya awan yang mendung dan taklama
bulirbulir air dari awan jatuh ,, dan
menyentuh kaca jendela ..
Dan mei menyerah pada pagi ini .. mei sadar
mimpi buruk adalah kenyataan.. dipejamkannya kembali matanya dan sesekali dibukanya
untuk melihat rintik hujan yang jatuh .. dengan hari itu juga mei membenarkan
dirinya “ aku tidak akan seperti hujan lagi , aku tidak akan datang lagi , dan
tidak akan pernah jatuh lagi walau sepertinya hujan sangat mencintai bumi” ..



